Kamis, 25 Desember 2008

Akibat Niat Baik Ditunda-tunda

24 Desember 2008,


Hari ini aku gajian.. Hehe senengnya gajian lebih cepet satu hari.. malam ini aku siap2 buat mudik ke daerah asal suami ku.. Seneng si liburan.. Tp seperti biasa malesnya siap2 buat berangkat.. Beresin baju, mikir mau bawa bekal apa, belanjanya pulang kantor (secara aku selalu pulang malem bis aku auditor), belum lagi beres2 kamar kosanku (aku masih ngekos di Jakarta buat alasan efisiensi).


Malam sekitar jam 7 aku pulang dr klien ku yang ada di samping tol sunter. Otomatis kl aku mau belanja ya ke Cemas (Cempaka Mas) yang paling deket. Sesampenya di depan carefour, Gila rame banget. Wajar2 seperti ku bilang sebelumnya hari ini semua pekerja kantoran pada baru gajian.


Aku memulai belanjaku dari minuman2 dingin, susu, snack, cokelat, dll. Sampe uda kelar aku langsung menuju kasir paling ujung yang menurutku paling panjang. Maklum sekalian nunggu dijemput suami.


Saat ngantri aku melihat laki-laki yang ngantri beberapa orang didepanku. Dari Penampilannya aku tau dia bukan orang yang berada. Laki2 itu masih muda mengenakan jeans plus jaket putih & tas slempang kecil. Saat hamper dekat gilirannya aku melihat ia mengeluarkan satu kartu dan aku langsung tahu kalau itu kartu kredit. Tertulis VISA jelas didepannya namun entah dari bank apa. Sempat terbersit olehku “Gimana yak l kartunya ga berfungsi”, secara belanjaan yang ia bawa hanya sedikit; sebotol the hijau ditambah 3 bungkus snack. Melihat belanjaannya aku yakin tidak lebih dari 10.000 IDR. Aku berpikir kembali “Apa mungkin belanja segitu bisa pakek kartu kredit?”. Tapi ya sudahlah itu bukan urusanku, “ iya tho..”


Beberapa saat kemudian ternyata semua yang ku pikir bener jadi kenyataan. Kartu kreditnya bener ga bisa dipakai. Terlihat raut mukanya yang sedikit panic nmun ditutupi dengan kemarahan yang aku tau sebenarnya ia malu. Beberapa kali kasir mencoba tapi tetap saja kartu itu tidak bisa digunakan. Ingin sekali rasanya saat itu aku nemawarkan diri membayarnya, namun setan apa yang merasukiku, bisa2nya aku tetap diam. Dalam pikiranku muncul kecemasan yang tidak penting rasanya seperti “apa dia mau ya?”, “gimana kl dia malah nyangka aku suka ma dia”, “udahlah bukan urusanku kali ya”, “paling dia bakal bayar cash, punyalah dia kl Cuma segitu”. Kata kata hati ini yang akhirnya membuat lelaki itu pergi meninggalkan belanjaannya krn batal membeli. Tak kusangka ia tidak punya uang sejumlah itu. Jumlah yang aku piker kalian semua tidak akan berpikir ulang untuk meminjamkannya ke teman2 kalian atau untuk membeli sebungkus nasi, atau untuk disumbangkan kemana saja.


Jujur aku menyesal dengan kata2 dan kalimat2 otakku yang sebenarnya tidak rasional. Aku telah gagal menyelamatkan harga diri dan rasa malu saudaraku padahal ia hanya menginginkan sebotol teh hijau dan snack 3 bungkus tidak lebih.


Saat itu juga aku langsung bersyukur ternyata harga 10.000 IDR yang tidak terlalu aku perhitungkan jumlahnya ternyata mempunyai arti yang sangat amat banyak untuk orang diluarku.


Maaf kan aku sudaraku yang tidak membantu, maaf kan aku ya Allah yang tidak mengikuti niat baikku dan maafkan aku ya Allah yang sungguh jarang mensyukuri nikmatmu.